Monday, 19 November 2018

Melukis Senja Karya Yusnia Efendi

PetaniKata || Tidak akan mudah, bahkan mungkin terlalu sulit saat daun mulai gugur engkau membuatku lupa akan bahagia. Yah, engkau lupa akan hati yang selalu memberi, engkau lupa akan seseorang yang merindu dikejauhan.

Lalu....? Tentang apa engkau masih bisa berucap. Kau akan bahagia dengan yang lain.

Aku tak mampu melukis senja

Aku belum terbiasa memberikan rinduku dengan yang lain. Aku tak ingin mengindahkan hatiku dengan selain dirimu. Senjaku tak akan seperti dulu tanpa dirimu. Aah.. sungguh sanggat membosankan merasakan seperti ini.

Melukis Senja

Akan ku lukis senjaku tanpa dirimu

Seseorang yang telah menertawakan ku saat ku meneteskan air mata. Seseorang yang menangisiku saat aku tersenyum. Sudahlah, kau lukis saja senjamu dengannya, dan aku akan melukis senjaku sendiri.

Engkau tidak akan pernah tau dan mengerti, Ketika senja datang membawa kerinduan, dan ketika hujan menyuruhku untuk lupakan, bahkan saat malam menuju senja ada cerita tentang penghianatan, ada perasaan rindu yang sangat kuat untuku menginggat tentangmu.

Apakah kau ingat....???

Tantang satu janji untuk melukis senja bersama, apa kau lupa tentang cerita sejuta bintang yang kau pilih satu untuku. Apa kau dengar ketika aku merindu dari kejauhan. Mungkin kau telah menutup rapat-rapat nuranimu, aku tidak sempat berpikir secepat ini engkau berubah, tanpa memberi kesempatan padaku untuk membencimu.

Apakah kau meneteskan air mata untuk meningalkanku..?

Hitam pekat selama itu aku rasakan. Kasih terbuang ditempat yang salah ketika malam menuju senja. Aku akan tersadar dan kumulai cerita dengan yang baru, Ku mulai dengan menata hatiku, menutup masa lalu. Mengindahkan hati menganggunkan pribadi. Agar ku temui labuhan yang tepat.

Tuhan aku tak pernah tau tentang apa rahasia mu, tapi ijinkanlah aku Melukis senja di pagimu dengan hati yang penuh sabar dan ihklas, hingga suatu saat kau kirimkan dan aku temukan sandaran hati, untuk memulai cerita yang baru dengan hati seseorang yang tak pernah ingkar janji. Dengan mata seseorang yang akan menyaksikan aku menua.

PENULIS   : Yusnia Efendi
Instagram : yusnia_efendi


EmoticonEmoticon